book

Ladies in My Hubby's Pocket - Prolog

8:44 PM


     Siapa pun wanita pasti geram bila menemukan sebuah-atau bahkan berbuah-buah pesan singkat yang tampak jelas dikirimkan dari wanita juga dalam kotak pesan milik suaminya. Begitu pun aku. Pastilah emosi. Walau sudah bertahun-tahun menikah dan menemukan SMS dari wanita lain di hape kekasih hati bukanlah barang baru, tetap saja hati memanas. Masalahnya ... ini pesan tak biasa.
      "Jadi ya, Iin tunggu siang nanti. Lagi galau nih."
    Oh My ... Ada apa siang nanti? Lagi galau? Apa segampang itu menyelesaikan kekalutan hati dengan mengajak "kencan" suami orang?
     Sambil menenangkan diri, aku mencoba bertanya dan mencari jawabannya sendiri. Siapa wanita itu? Belum kutemukan jawaban, satu pesan lain kubaca.
      "Gak nulis lagi, Mas? Aku kangen baca tulisannya Mas."
    Wah-wah. Ini namanya cari masalah. Tanpa menunggu hujan membasahi bumi dan mengguyur kepalaku supaya adem, segera kucari suami yang sedang santai di teras sambil membaca majalah.
     "Yah ... Bunda mau bicara!"
     "Eh, Bunda ... sini duduk. Dari tadi nungguin Bunda keluar. Ada yang mau Ayah omongin."
     Aku melihat wajah suami yang tampak cerah ceria seperti sinar matahari pagi.
    "Kerjaan Bunda masih padat gak? Kalau tidak, akhir pekan ini mau ngajakin liburan ke luar kota. Rasanya sudah lama sekali tidak mengajak keluarga jalan-jalan."
    Tiba-tiba saja aku begitu susah bicara, bahkan untuk menelan ludah. Tawaran liburan ke luar kota sejenak membuatku lupa tentang pesan-pesan singkat yang beberapa waktu lalu kubaca.
     "Ayah sudah siapin paket liburan. Dan nanti bunda bi-"
    "Ssst ...," aku mengeleng-geleng lalu mengambil tempat di sampingnya, "lupakan liburan. Bunda mau tanya dulu," ujarku dengan rasa gemas.
   "Apa tuh?" Dengan penasaran suami tercintaku itu mendekatkan diri. Membelai tanganku dan mencubit-cubit kecil telapak tanganku. Tak lupa ia menatap dengan mata teduhnya.
    Melihat tatapannya aku mengurungkan niat bertanya. Mungkin ada cara yang lebih baik. Belum ada semenit, ponsel di kantongku bergetar lagi.
     "Ini ... ada pesan..."Aku menyodorkan ponsel putih ke tangannya.
     Senyum di wajahnya berubah.
     "Sejak kapan?"
     "..."


You Might Also Like

0 comments